Euro Bergerak Coba Rebound Setelah Tergerus Melemah Signifikan

Pada perdagangan hari ini tampak euro mengalami penurunan lagi terhadap dolar AS (13/08). Euro sempat melempem dengan signifikan meskipun saat ini berusaha untuk bergerak rebound. Sinyal memburuknya krisis kawasan euro mengakibatkan mata uang ini masih cenderung dihindari oleh para investor.

Para investor masih menantikan data terkini mengenai pertumbuhan ekonomi di kuartal kedua di kawasan euro. Data pertumbuhan GDP kuartal kedua kawasan euro tersebut akan dirilis besok dan diperkirakan terjadi kontraksi sebesar 0.2% (q/q).

Pada perdagangan saat ini euro berada pada posisi 1.2296 dolar. Saat ini posisi euro sudah berada di atas penutupan perdagangan akhir minggu lalu yang ada di 1.2288 dolar. Pagi tadi euro sempat mengalami penurunan hingga mencapai posisi 1.2261 dolar.

Analis  memperkirakan bahwa pergerakan euro pada perdagangan hari ini akan cenderung mengalami kenaikan terbatas. Euro berpotensi mengalami rebound teknikal dan mengetes level resistance 1.2330 dolar.

 

TRAINING & RECOMMENDATION FOR PROFIT ONLINE TRADING (click here)
CALL ME : 081218900990

Market Outlook 30 July – 4 Aug

Senin, 30 Juli 2012

Minggu lalu di pasar forex, nilai tukar mata uang dollar terpantau agak melemah karena mata uang euro yang sedang terimbas positif oleh pernyataaan ECB yang akan melakukan segala cara untuk menyelamatkan kawasan Eropa, di mana secara mingguan index dollar AS terkoreksi ke level 82.590. Pekan yang lalu euro dollar terpantau menguat ke posisi level 1.2323, bangkit dari posisi dua tahun terendahnya atas dollar dan dua belas tahun terendahnya terhadap yen. Untuk minggu ini, nampaknya euro akan mengarah ke level support pada 1.1885, sementara level resistance di sekitar 1.2830 dan berikutnya 1.3285.

 

Poundsterling minggu lalu terlihat ikut menguat terhadap dollar, berakhir naik tipis secara mingguan ke level 1.5749. Untuk minggu ini berkisar antara level support pada 1.5240 dan kemudian 1.4950, sedangkan resistance pada 1.5850 dan kemudian 1.6300. Untuk USDJPY minggu lalu berakhir sekitar flat di level 78.42. Pasar di minggu ini akan berada di antara support pada 77.66 serta level 75.90, serta resistance level pada 81.79 dan 84.15. Sementara itu, Aussie dollar terpantau dalam seminggu menanjak ke level 1.0484. Range minggu ini akan berada di antara resistance level di 1.0636 dan 1.0845, sementara support level di 0.9850 dan 0.9590.

 

Untuk pasar di stock index futures, pada minggu lalu di regional Asia cenderung menanjak di dua hari terakhirnya sebagai respon atas pernyataan Presiden ECB yang menyatakan akan melakukan segala yang perlu untuk selamatkan euro, namun secara mingguan masih lemah. Indeks Nikkei secara mingguan berakhir melemah ke level 8566.64. Rentang pasar saat ini antara level resistance di 9210 dan kemudian ke level 9690, sementara support pada level 8240 dan lalu 8140. Sementara itu, Indeks Hang Seng di Hong Kong minggu lalu berakhir melemah ke level 19299.17. Minggu ini akan berada antara level resistance di 20050 serta 21700, sementara support di 18075 dan berikutnya 17600.

 

Untuk pasar emas, minggu lalu bergerak menguat pada level lima minggu tertingginya terdorong oleh harapan akan dilakukannya stimulus ekonomi Amerika oleh the Fed, di mana harga emas dunia merangkak ke $1623.35 per troy ounce. Untuk sepekan ke depan emas berpeluang konsolidasi sejenak lagi pada rentang harga pasar antara support pada $1522 dan $1477, serta resistance di $1680 serta berikut $1790 per troy ounce. Di Indonesia, harga emas terpantau stabil secara mingguan pada Rp495,230.

 

Pasar cukup variatif belakangan ini. Sebagaimana diketahui, pasar bisa bergerak dalam trend, bisa trend up atau bullish, bisa trend down atau bearish. Di antaranya pasar dapat juga menunjukkan break atau berhenti dari trend. Ini kita sebut sebagai pasar yang sedang konsolidasi, saat mana pelaku pasar berhenti sejenak dari trend terakhir untuk ambil ancang-ancang melanjutkan atau berbalik dari trend sebelumnya.

Market Outlook 9-14 July

Senin, 09 Juli 2012

Minggu lalu di pasar forex, nilai tukar mata uang dollar terpantau menguat cukup signifikan setelah ECB Eropa memangkas suku bunganya serta BOE Inggris melepaskan stimulus ekonomi yang menunjukkan parahnya outlook ekonomi kawasan Eropa, di mana secara mingguan index dollar AS menanjak ke level 83.495. Pekan yang lalu euro dollar terpantau anjlok ke posisi level 1.2288, yang merupakan level dua tahun terendahnya. Untuk minggu ini, nampaknya euro akan mengarah menembus level support pada 1.2276 dan kemudian 1.1885, sementara level resistance di sekitar 1.2830 dan berikutnya 1.3285.

Poundsterling minggu lalu terlihat menguat terhadap dollar, berakhir turun secara mingguan ke level 1.5604. Untuk minggu ini berkisar antara level support pada 1.5240 dan kemudian 1.4950, sedangkan resistance pada 1.5850 dan kemudian 1.6300. Untuk USDJPY minggu lalu berakhir turun sedikit ke level 79.67. Pasar di minggu ini akan berada di antara support pada 77.66 serta level 75.90, serta resistance level pada 81.79 dan 84.15. Sementara itu, Aussie dollar terpantau dalam seminggu konsolidatif di level 1.0213. Range minggu ini akan berada di antara resistance level di 1.0473 dan 1.0845, sementara support level di 0.9850 dan 0.9590.

Untuk pasar di stock index futures, pada minggu lalu di regional Asia umumnya menguat terbatas di minggunya yang kelima akibat sentiment positif oleh langkah kebijakan moneter longgar dari sejumlah bank sentral global. Indeks Nikkei secara mingguan berakhir agak menguat ke level 9020.75. Rentang pasar saat ini antara level resistance di 9210 dan kemudian ke level 9690, sementara support pada level 8240 dan lalu 8140. Sementara itu, Indeks Hang Seng di Hong Kong minggu lalu berakhir menguat ke level 19770.73. Minggu ini akan berada antara level resistance di 20050 serta 21700, sementara support di 18075 dan berikutnya 17600.

Bursa saham Wall Street minggu lalu melemah akibat perkembangan data tenaga kerja AS yang mengecewakan dan upaya pemimpin Eropa menyelamatkan kawasan yang meragukan bagi para investor global. Dow Jones Industrial secara mingguan turun sebesar 0.8% ke level 12,772.47, dengan rentang pasar berikutnya antara resistance level pada 12930 dan 13300, sementara support di level 12040 dan pada 11740. Index S&P 500 minggu lalu bergerak turun 0.6% ke level 1,354.68. Berikutnya range pasar antara resistance di level 1375 dan 1420, sementara support pada level 1265 dan 1200.

Untuk pasar emas, minggu lalu masih labil dengan ketidakjelasan situasi perekonomian, di mana harga emas dunia sedikit terkoreksi ke $1582.90 per troy ounce. Untuk sepekan ke depan emas berpeluang konsolidasi sejenak lagi pada rentang harga pasar antara support pada $1522 dan $1477, serta resistance di $1680 serta berikut $1790 per troy ounce. Di Indonesia, harga emas terpantau melemah secara mingguan pada Rp477,670.

Market Outlook 25-30 June

Senin, 25 Juni 2012

Minggu lalu di pasar forex, nilai tukar mata uang dollar terpantau menguat setelah Perdana Menteri Jerman menolak program bail-out secara langsung yang memunculkan spekulasi pasar bahwa perekonomian Eropa masih akan merosot, di mana secara mingguan index dollar AS bangkit menguat ke level 82.400. Pekan yang lalu euro dollar terpantau melemah ke posisi level 1.2568. Untuk minggu ini, nampaknya euro akan bergerak antara level support pada 1.2276 dan kemudian 1.1885, sementara level resistance di sekitar 1.2830 dan berikutnya 1.3285.

Poundsterling minggu lalu terlihat melemah terhadap dollar, berakhir turun secara mingguan ke level 1.5585. Untuk minggu ini berkisar antara level support pada 1.5240 dan kemudian 1.4950, sedangkan resistance pada 1.5850 dan kemudian 1.6300. Untuk USDJPY minggu lalu berakhir naik ke level 80.41. Pasar di minggu ini akan berada di antara support pada 77.66 serta level 75.90, serta resistance level pada 81.79 dan 84.15. Sementara itu, Aussie dollar terpantau dalam seminggu agak sideways berakhir di level 1.0062. Range minggu ini akan berada di antara support level di 0.9850 dan 0.9590, sementara resistance level di 1.0473 dan 1.0845.

Untuk pasar di stock index futures, pada minggu lalu di regional Asia umumnya menguat di minggunya yang ketiga oleh sentiment positif dengan menangnya partai pro-bail out dalam pemilu Yunani yang mengurangi kemungkinan negeri itu keluar dari zon Euro. Indeks Nikkei secara mingguan berakhir menguat ke level 8798.35. Rentang pasar saat ini antara level support pada level 8240 dan lalu 8140, sementara resistance di 9210 dan kemudian ke level 9690. Sementara itu, Indeks Hang Seng di Hong Kong minggu lalu berakhir stabil di level 19017.11. Minggu ini akan berada antara level support di 18075 dan berikutnya 17600, sementara resistance di 20050 serta 21700.

Untuk pasar emas, minggu lalu ditandai dengan penurunan harga oleh proyeksi pertumbuhan ekonomi AS yang dipangkas the Fed yang dapat mengancam permintaan logam mulia, di mana harga emas dunia menurun lagi ke $1570.95 per troy ounce. Untuk sepekan ke depan emas berpeluang menanjak lagi pada rentang harga pasar antara support pada $1522 dan $1477, serta resistance di $1680 serta berikut $1790 per troy ounce. Di Indonesia, harga emas terpantau menurun secara mingguan pada Rp476,910.